Shopee bukan hanya platform untuk jual beli online. Mungkin bagi beberapa orang, ini adalah tempat dimana mereka merubah nasib. Dari bukan apa-apa menjadi pengusaha yang berkelimpahan. Kisah inspiratif mereka, semoga dapat mendorong para pemula yang tengah mencari konsep; cara berjualan di Shopee yang sukses.
Dari sebagian besar mereka yang sukses, ada satu kesamaan yang perlu dijadikan pondasi. Itu tentang semuanya melalui proses. Proses untuk bejajar, melalui waktu dan mungkin rasa sakit.
Shopee adalah ladang kesempatan bagi banyak orang yang ingin merubah hidup mereka. Melalui kreativitas, ketekunan, dan sedikit keberanian, banyak penjual di Shopee yang berhasil mencatatkan kesuksesan luar biasa.
Kisah Sukses Berjualan di Shopee
Inilah 10 kisah sukses yang inspiratif dari penjual Shopee, termasuk cerita mantan kernet angkot yang berhasil menjadi pengusaha sukses.
Berikut adalah beberapa kisah inspiratif dari penjual di Shopee yang berhasil meraih kesuksesan:
- Novian dan Ega – Pemilik Toko Otsky: Pasangan suami istri asal Bandar Lampung ini memulai usaha pada tahun 2015.
Akibat pandemi Covid-19, mereka harus menutup bisnis pada awal 2020. Namun, dengan berjualan di Shopee, mereka kini menerima ratusan pesanan dengan omzet miliaran rupiah per hari. - Dedi – Pemilik Akhtar Bag Grup: Dedi memulai berjualan di Shopee sejak 2018. Sebelumnya, ia adalah pengrajin di usaha konveksi.
Kini, ia mampu menjual 300 tas per hari, dan saat Ramadan, penjualan meningkat hingga 1.000 paket per hari dengan omzet ratusan juta rupiah. - Herman Effendi – Pemilik Farrel Sticker: Herman merantau ke Jakarta setelah putus sekolah di tingkat SMK di Kota Padang sekitar tahun 2000.
Ia bekerja membantu rekan berjualan stiker keliling di sekitar Jakarta Timur. Setelah memutuskan berjualan online di Shopee, pesanan meningkat dari 10 menjadi 50 paket per hari berkat fitur Shopee Affiliate. - Jessica Lin – Founder Bonavie: Bonavie, merek parfum lokal di bawah naungan DECA Group, berhasil mengembangkan bisnisnya melalui Shopee Live.
Dengan memanfaatkan fitur tersebut, Bonavie dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan penjualan produk parfum lokal berkualitas tinggi. - Eka Rahmat Jaya – Pemilik Gallery Rajut Bandung: Melanjutkan bisnis keluarga, Eka memasarkan produk fesyen berbahan rajut melalui Shopee. Dengan mengikuti Bimbel Shopee, ia berhasil meraup omzet hingga Rp 250 juta per bulan dan mencapai status Star Seller.
- Laily Prima Monica – Pemilik Prima Shabby Craft: Laily memanfaatkan fitur dan program yang ditawarkan Shopee untuk memasarkan produk kayunya. Dengan mengikuti kampanye seperti Big Sale Ramadan dan Shopee Mantul Sale, usahanya kini mengekspor produk ke negara-negara Asia Tenggara.
- Ipah Syaripah – Pemilik Kamiyastuff: Sebagai ibu rumah tangga, Ipah memulai bisnis tas online di Shopee untuk membantu keuangan keluarga. Dengan memanfaatkan fitur Shopee dan menjaga kualitas produk, ia berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan mengembangkan usahanya.
- Yudhy Firdaus – Pemilik Tuguaksesoris: Berjualan suvenir sejak 2012, Yudhy bergabung dengan Shopee pada 2018. Dengan status Star Seller, ia pernah mencatatkan rekor pesanan hingga 300 produk, seperti pembatas buku wayang.
- Annisa – Pemilik Toko Produk Lokal: Annisa memulai bisnis fesyen melalui Shopee dan berhasil meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan fitur promosi dan kampanye yang ditawarkan platform tersebut. Kini, produknya dikenal luas dan diminati konsumen.
- Eka – Pengrajin Rajut Binong Jati: Eka mengembangkan bisnis rajutnya dengan bergabung di Shopee. Dengan melibatkan 400 pengrajin dari komunitas Binong Jati, usahanya kini berkembang pesat dan produknya diminati pasar lokal maupun internasional.
Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee, siapa pun dapat meraih kesuksesan dalam berbisnis.